Showing posts with label Syair Merdu. Show all posts
Showing posts with label Syair Merdu. Show all posts

Wednesday, February 9, 2011

"Everybody's Changing"

You say you wander your own land
But when I think about it
I don't see how you can
You're aching, you're breaking
And I can see the pain in your eyes
Says everybody's changing
And I don't know why

So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

You're gone from here
And soon you will disappear
Fading into beautiful light
Cause everybody's changing
And I don't feel right

So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the same

So little time
Try to understand that I'm
Trying to make a move just to stay in the game
I try to stay awake and remember my name
But everybody's changing
And I don't feel the sam



Setiap orang berubah, katanya. Salah satu sifat dasar manusia yaitu rasa jenuh. Selalu ingin berubah, bikin hidup lebih hidup. Dan jangan pernah takut dengan segala rasa yang dirasa di dunia. Maka Tuhanpun menganjurkan untuk berkelana melihat pemandangan alam ciptaannya adalah untuk bersyukur. Segala petualangan itu membuahkan sebuah pemikiran untuk merubah keadaan.

Friday, October 29, 2010

Jurus Tandur

By. Slank


Maju terus pantang mundur
Maju ke depan jangan ke belakang
Maju terus pantang mundur
Untuk kebenaran

Walau banyak yang coba jegal kita
Kita selalu tegak
Walau orang coba gagalkan kita
Kita pasti bertahan (jurus tandur)

Maju terus pantang mundur
Jalan yang lurus tak bernah kabur
Maju terus pantang mundur
Demi keadilan

Walau beribu-ribu rintangan
Kita selalu tebas
Walau berjuta-juta halangan
Kita pasti berantas

Putih itu adalah putih
Jangan hitam bilang jadi
Abu-abu

Maju terus pantang mundur
Ini dadaku hai mana dadamu
Jurus tandur

Wednesday, August 25, 2010

Potret Panen dan Mimpi Wereng


by. Iwan Fals

Panen tiba
Petani desa memetik harapan
Bocah bocah berlari lincah
Di pematang sawah
Padi menguning
Lambai menjuntai
Ramai dituwai
Riuh berlagu lesung bertalu irama merdu
Senja datang mereka pulang
Membawa harapan
Pesta pora hama di lumbung
Nyanyikan tralalala
Balai reot bambu rapuh menyambut tubuh
Penat raga sarat peluh luruh
Mata belum sempat pejam
Terbayang cemas
Kaum hama semakin mengganas

Lirik lagu ini menggambarkan kegembiraan warga desa menyambut panen. Musim panen yang dirayakan warga desa karena datangnya harapan. Hasil panen dituai bersama, gabah ditukarkan dengan uang dan sebagian berupa beras. Beras ini cukup untuk 3 bulan ke depan selagi musim panen tiba lagi.

Turun ke Jalan


by. Jambore

Mari kita bergandeng tangan
Tuk menggalang kekuatan dengan turun ke jalan
Mari kita acungkan tangan
Tuk ungkapkan perlawanan terus maju ke depan
Mari kita kepalkan tangan
Tuk teriakkan segala tuntutan perubahan
Rakyat pasti menang memerangi penjajahan
Karena kemerdekaan adalah jiwa kita
Rakyat pasti menang
Melenyapkan penindasan karena keadilan adalah nurani kita
Yakinlah rakyat pasti menang
Yakinlah rakyat pasti menang
Rakyat pasti menang memerangi penjajahan
Karena kemerdekaan adalah jiwa kita
Rakyat pasti menang melenyapkan penindasan
Karena keadilan adalah nurani kita
Yakinlah rakyat pasti menang
Yakinlah rakyat pasti menang

Lagu yang satu ini memang pas dinyanyikan saat turun ke jalan. Meski lagunya dibawakan dengan melow tapi efeknya cukup membangkitkan semangat cadas. kata Yakinlah berulang kali dikatakan untuk memberi semangat pelan namun pasti untuk menuju kemengan rakyat yang sejati.

Dendam Damai


by. Iwan Fals

Tak habis pikir aku tak mengerti
Mengapa ada orang yang senang membunuh
Hanya karena uang semata
Atau demi kuasa dan nama
Bagi kita rakyat biasa
Tak berdaya ditodong senjata
Mencuri hidup yang hanya sekali
Hanya berdoa yang kita bisa
Dendam dendam celaka
Menghasut kita tak jemu menggoda
Damai damai di mana
Bersembunyi tak ada wujudnya
Kapan berakhirnya situasi seperti ini
Tidak bisakah kita saling berpelukan
Bukankah indah hidup bersama
Saling berbagi saling mencinta
Terasa hangat sampai ke jiwa
Memancar ke penjuru dunia
Jangan goyah percayalah teman
Perang itu melawan diri sendiri
Selamat datang kemerdekaan
Kalau kita mampu menahan diri
Dendam dendam celaka
Menghasut kita tak jemu menggoda
Damai damai di mana
Bersembunyi tak ada wujudnya
Kapan berakhirnya situasi seperti ini
Tidak bisakah kita saling berpelukan

Lirik yang menggambarkan situasi yang sangat utopis. dendam damai dimana????