Jaman saya kecil dulu ada Rudy Khoirudin yang mengisi acara masak-mask di pagi hari. Ibu saya tidak terlalu suka menontonnya, justru saya yang suka. Masak-memasak ala Rudy itu menjadi inspirasi saya saat bermain pasar-pasaran bersama teman-teman kecil saya. Dan sekarang, ikon tren memask digantikan oleh Farah Quinn. Perempuan cantik ini berhasil menjadikan memasak sebagai tren gaya hidup ibu muda perkotaan. Ibu saya tidak suka menonton karena sudah jago masak, justru saya yang suka.
Terima kasih Farah, saya sekarang jadi doyan masak karena tren. Menurut saya, inilah satu-satunya fesyen yang tidak menyiksa. Tidak seperti fesyen lain yang banyak diikuti perempuan pada umunya, yang menyiksa. Tren memasak ini lebih hemat, mengasyikkan, dan mendidik perempuan untuk tidak konsumtif.
Friday, January 28, 2011
Wednesday, November 3, 2010
Perempuan-perempuan Minke
Pernah dirinya mengakui sebagai mata keranjang. Itu didasarkan pada penilaian kawan-kawan dekatnya. Dan bukan mata keranjang hidung belang, yang sebatas menyukai kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan lalu mempermainkan semaunya. Menuykai, mencintai, dan mengagumi kecantikan perempuan dengan keseluruhan. Jika ada kepatutan baginya bersanding dengan sang perempuan, maka diperistrilah dengan segenap tanggung jawab lelaki sejati. Jika tiada kepatutan, maka mengagumi sajalah, sekaligus menjadikannya inspirasi keagungan hidup.
Sang Bunda. Perempuan yang melahirkan dan mendidiknya dalam lingkungan kerajaan kecil bernama kabupaten. Perempuan jawa tulen, tak ada padanya pendidikan tinggi bagi perempuan di jamannya. Namun kecerdasanlah yang membuatnya mampu mengimbangi pola pikir suaminya yang bupati. Setiap anak pasti mengagumi ibundanya, begitupun dengan Minke. Dia yang selalu menantang kerasnya pikir dan teguhnya hati Minke.
Friday, October 29, 2010
Jurus Tandur
By. Slank
Maju terus pantang mundur
Maju ke depan jangan ke belakang
Maju terus pantang mundur
Untuk kebenaran
Walau banyak yang coba jegal kita
Kita selalu tegak
Walau orang coba gagalkan kita
Kita pasti bertahan (jurus tandur)
Maju terus pantang mundur
Jalan yang lurus tak bernah kabur
Maju terus pantang mundur
Demi keadilan
Walau beribu-ribu rintangan
Kita selalu tebas
Walau berjuta-juta halangan
Kita pasti berantas
Putih itu adalah putih
Jangan hitam bilang jadi
Abu-abu
Maju terus pantang mundur
Ini dadaku hai mana dadamu
Jurus tandur
Maju ke depan jangan ke belakang
Maju terus pantang mundur
Untuk kebenaran
Walau banyak yang coba jegal kita
Kita selalu tegak
Walau orang coba gagalkan kita
Kita pasti bertahan (jurus tandur)
Maju terus pantang mundur
Jalan yang lurus tak bernah kabur
Maju terus pantang mundur
Demi keadilan
Walau beribu-ribu rintangan
Kita selalu tebas
Walau berjuta-juta halangan
Kita pasti berantas
Putih itu adalah putih
Jangan hitam bilang jadi
Abu-abu
Maju terus pantang mundur
Ini dadaku hai mana dadamu
Jurus tandur
Saturday, October 23, 2010
Ada Apa Dengan Film Indonesia?
Yang membuat saya paling geregetan adalah film horor Indonesia . Film ini nggak jelas juntrungannya. Selalu ada unsur seks di dalam film yang sama sekali nggak ‘scary’ ini. Apakah segitu rendahnya martabat selera perfilman kita? Sehingga kalau nggak ada unsur seksnya nggak menarik. Sebut saja beberapa film horor di antaranya Kain Kafan Perawan, Hantu Binal Jembatan Semanggi, Diperkosa Setan, Tetesan Darah Perawan, Suster Keramas, dan judul film horor lainnya. Dari judulnya saja bukan pilihan kata yang mengindikasikan horornya yang menarik, melainkan diksi berlabel seks yang justru menarik.
Tuesday, October 19, 2010
Komunisme dan Pan-Islamisme
Tan Malaka (1922)
Penerjemah: Ted Sprague, Agustus 2009
Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922. Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan Malaka (1897-1949) dipilih sebagai ketua Partai Komunis Indonesia pada tahun 1921, tetapi pada tahun berikutnya dia dipaksa untuk meninggalkan Hindia Belanda oleh pihak otoritas koloni. Setelah proklamasi kemerdekaan pada bulan Agustus 1945, dia kembali ke Indonesia untuk berpartisipasi dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Dia menjadi ketua Partai Murba (Partai Proletar)), yang dibentuk pada tahun 1948 untuk mengorganisir kelas pekerja oposisi terhadap pemerintahan Soekarno. Pada bulan Februari 1949 Tan Malaka ditangkap oleh tentara Indonesia dan dieksekusi.
Kamerad! Setelah mendengar pidato-pidato Jenderal Zinoviev, Jenderal Radek dan kamerad-kamerad Eropa lainnya, serta berkenaan dengan pentingnya, untuk kita di Timur juga, masalah front persatuan, saya pikir saya harus angkat bicara, atas nama Partai Komunis Jawa, untuk jutaan rakyat tertindas di Timur.
Subscribe to:
Posts (Atom)



